Hpai.inspirasibersama.com – Kebanyakan dari kita saat kita mengalami flu atau nyeri pada tenggorokan, kita akan terburu-buru untuk pergi ke dokter untuk memeriksakannya. Saat itu kita akan mendapatkan antibiotik oleh dokter. Tapi tahukah kita bahwa tidak semua penyakit membutuhkan terapi antibiotik untuk bisa sembuh. Ada yang hanya butuh istirahat saja penyakit itu akan bisa sembuh dengan sendirinya.


Parahnya lagi berdasarkan sebuah data studi pada tahun 2013 yang dilakukan oleh JAMA Internal Medicine, kebanyakan dokter kita memberikan terapi antibiotik bagi para pasien yang datang kepadanya meskipun mereka hanya menderita sakit tenggorokan saja. Seharusnya itu hanya 10% saja.

Memang secara teori dengan memberikan antibiotik akan lebih mudah membunuh bakteri jahat yang masuk pada tubuh kita dan mencegahnya untuk bisa melakukan pembelahan diri. Tetapi pemberian antibiotik juga bisa membuat bakteri baik yang ada ditubuh kita juga mati dan ini bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan kita.

Berikut beberapa bahaya pemberian antibiotik secara sembarangan bagi tubuh kita :

Mengacaukan kerja usus Anda
Satt kita konsumsi obat antibiotik terkadang bisa berdampak pada percepatan makanan yang lewat usus. Hal ini terjadi karena antibiotik akan membunuh banyak bakteri baik jahat maupun yang baik yang terdapat pada tubuh kita, sehingga usus kita bekerja secara kacau.

Sebuah penelitian bahkan menyebutkan jika anda mengkonsumsi antibiotik lebih dari tiga jenis dalam waktu lima tahun, maka anda akan beresiko besar terkena penyakit iritasi usus tepatnya ulcerative atau radang usus.

Membuat berat badan naik
Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh International Journal of Obesity menyatakan bahwa bagi seorang anak yang mendapatkan terapi antibiotik maka akan bisa berpengaruh terhadap berat badannya di masa-masa mendatang.

Bahkan para peneliti menemukan jika seorang anak selama itu dia mendapatkan tujuh terapi antibiotik, maka berat badannya akan naik seberat 1,4 kg pada usia 15 tahun mendatang.
Studi lain juga menemukan adanya hubungan terhadap pemberian antibiotik terhadap timbulnya penyakit diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh faktor obesitas.

Mengganggu otak
Journal of Clinical Psychology menunjukkan bahwa pemberian antibiotik bisa berpengaruh pada terjadinya depresi dan kecemasan seseorang.

Saat seseorang mendapatkan terapi satu antibiotik, maka resiko untuk mengalami depresi akan meningkat satu kali lipat dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapatkan terapi antibiotik.

Artikel Terkait : Ingat, Tak Semua Penyakit Perlu Antibiotik


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *