Hpai.inspirasibersama.com – Kehamilan merupakan suatu yang sangat ditunggu-tunggu oleh wanita yang sudah menikah. Namun sering kita mendengar ada banyak wanita yang mengalami banyak masalah dengan kehamilan. Ada banyak faktor yang menyebabkan suatu masalah pada kehamilan. Untuk menghindarinya untuk itu kita perlu memperhatikan.Apa saja yang harus diwaspadai saat hamil.

Secara umum masalah pada kehamilan berasal dari dalam dan luar. Dari dalam berasal dari si ibu sendiri misalnya rasa mual dan muntah, perdarahan, bahkan penyakit yang diderita oleh sang ibu. Gangguan dari luar bisa disebabkan karena faktor lingkungan yang tidak mendukung, kurang asupan gizi dan faktor fasilitas kesehatan yang kurang mendukung.

Selain faktor tersebut, gangguan pada kehamilan bisa berupa adanya masalah pada janin yang dikandung misalnya cacat bawaan.

Untuk mengantisipasi dan deteksi dini adanya suatu masalah pada kehamilan, maka seorang ibu sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Dengan pemeriksaan secara rutin maka apabila ditemukan suatu masalah kehamilan dapat terdeteksi secara dini sehingga resiko besar bisa kita minimalisir.

Berikut hal-hal yang harus diwaspadai saat wanita hamil :

1.Preeklamsia
Preeklamsia tergolong masalah kehamilan yang serius. Artinya saat seorang wanita hamil akan mengalami peningkatan tekanan darah yang tidak normal dan terdapat peningkatan protein pada urin atau ginjal. Pada kondisi ini akan bisa mengancam kematian sang ibu.

Dengan kita melakukan pemeriksaan rutin sejak dini, maka kondisi ini akan bisa terdeteksi sedini mungkin. Banyak para ibu yang didiagnosa preeklamsia namun bisa melahirkan dengan lancar dan selamat.

2.Kurang cairan ketuban  (oligohidramnion)
Hal ke dua yang harus diwaspadai adalah terjadinya kurang cairan ketuban (oligohidramnion). Air ketuban sangat vital dalam melindungi janin saat di dalam rahim.

Ada banyak wanita yang mengalami hal ini saat hamil. Biasanya kondisi ini terjadi saat usia kehamilan mencapai trimester ketiga.
Jika kondisi ini bisa terdeteksi sejak awal maka seorang dokter bisa memantau perkembangan bayi kita apakah normal atau tidak. Dan biasanya saat persalinan sudah dekat maka dokter bisa melakukan induksi atau tidak.

Jika seseorang di diagnosa oligohidramnion berat maka dokter bisa melakukan pengeluaran bayi sebelum waktunya lahir.

3. diabetes gestasional
Banyak ibu hamil yang tidak bisa melakukan kontrol terhadap nafsu makan dan minum manis. Saat hal ini tidak diimbangi dengan olahraga maka bisa berakibat terjadinya diabetes yang terjadi saat sang ibu hamil atau disebut dengan diabetes gestasional.
Seorang ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional maka akan beresiko terkena diabetes tipe-2 sebesar 25-50 persen. Hal ini bisa kita tekan dengan cara menjaga pola hidup yang sehat dan olahraga secara teratur.

4. Kehamilan ektopik
Artinya suatu kehamilan yang terjadi di luar kandungan. Kehamilan bisa terjadi pada saluran tuba dan saluran indung telur.Saat seseorang mengalami kehamilan ektopik, maka nyawa sang ibu sangat terancam karena saat usia kehamilan besar bisa menyebabkan perdarahan hebat dalam perut ibu.

Tandanya adalah biasanya sang ibu akan terlihat pucat, nyeri perut, terjadi perdarahan pada vagina dan kondisi kesehatan sang ibu semakin menurun. Kehamilan ektopik bisa disebabkan karena faktor penggunaan alat kontrasepsi spiral atau IUD, infeksi pada tuba falopi, dan adanya masalah pada kesuburan.

5. Plasenta previa
Kondisi ini terjadi yaitu posisi plasenta yang tidak normal dan biasanya melekat pada bawah rahim. Gejalanya bisa terjadinya perdarahan pada vagina dan biasanya terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu dan biasanya disertai dengan rasa sakit seperti kram. Jika anda mengalami hal ini maka sangat disarankan untuk memeriksakannya pada dokter kandungan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Artikel Terkait : Usia Emas Wanita Melahirkan


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *