Hpai.InspirasiBersama.com – Saya yakin masih banyak orang yang bertanya-tanya apakah benar selaput darah menjadi patokan keperawanan seorang wanita ?. Memang kalau kita membahas tentang keperawanan, maka tidak akan lepas dengan istilah selaput darah.

Ternyata keperawanan seorang wanita tidak melulu berpatokan pada selaput darah. Banyak kejadian wanita yang merasa takut jika pada saat malam pertama tidak mengalami pecah selaput darah. Bahkan ada seorang wanita yang mengaku ketakutan tidak mengeluarkan darah saat malam pertama. Padahal wanita tersebut mengaku belum pernah melakukan hubungan intim sebelumnya.

Pecahnya selaput darah sebelum menikah bisa saja terjadi pada wanita meskipun tidak melakukan hubungan intim.  Seperti sering melakukan olahraga berkuda, naik sepeda, dan jatuh.

Apabila seorang suami tidak memahami tentang hal ini, maka bisa memicu perselisihan antara pasangan. Tentu ini menjadi sebuah hal yang sangat penting bagi sebuah pasangan suami istri. Untuk itu sangat penting bagi seorang suami memahami kalau selaput darah tidak menjadi patokan utama keperawanan seorang wanita.

Pasti ada banyak wanita yang mengalami hal yang sama yaitu tidak mengalami pecah selaput darah pada malam pertama. Dalam hal ini dituntut kepahaman seorang suami tentang hal-hal yang menyebabkan selaput darah tidak pecah pada malam pertama hubungan intim.

Bahkan salah seorang pakar seksualitas mengatakan bahwa ada juga jenis selaput darah yang bersifat sangat elastis. Meskipun sudah melakukan hubungan intim, selaput darah tidak kunjung pecah. Hal ini menunjukkan bahwa elastisitas selaput darah setiap orang berbeda-beda.

Secara umum memang saat malam pertama hubungan intim, maka selaput darah seorang wanita akan mengalami robekan dan mengeluarkan darah. Namun sekali lagi itu bukan menjadi patokan keperawanan seorang wanita.

Selain faktor elastisitas selaput darah yang berbeda-beda setiap wanita, tidak pecahnya selaput darah pada malam pertama juga bisa disebabkan karena seorang wanita menikmati burhubungan seks. Hal ini membuat wanita merasa nyaman dan vagina akan rileks dan mendapatkan lubrikasi yang cukup baik. Sehingga saat ada gesekan saat berhubungan seks, selaput darah tidak terluka sama sekali.

Jadi kesimpulannya adalah selaput darah tidak bisa menjadi patokan seorang wanita dikatakan masih perawan. Istilah perawan bagi seorang wanita bukan perkara yang mudah. Untuk menentukan keperawanan seorang wanita membutuhkan banyak pemeriksaan dokter dan banyak analisa yang harus dilakukan.

Artikel Terkait : Mengapa Saat Berhubungan Seks Tarasa Ingin Buang Air Kecil ?


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *