Hpai.inspirasibersama.com – Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of American Academy Dermatology menyatakan bahwa wanita hamil yang terindikasi melanoma atau kanker kulit memiliki resiko kematian yang tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil. Itulah bahaya jika ibu hamil terkena melanoma.

Sebagian besar seorang wanita yang mengalami melanoma saat hamil, maka menurut para peneliti dalam jangka waktu 1 tahun pasca melahirkan akan memiliki resiko kematian yang tinggi yang diakibatkan oleh melanoma atau kanker kulit. Hal ini berbeda saat melanoma diderita oleh wanita yang tidak hamil.

Bahkan menurut para peneliti mengatakan saat melanoma terjadi pada usia kehamilan muda, maka kemungkinan besar kanker akan menyebar ke bagian tubuh yang lain atau terjadi metastase. Bahkan hal ini beresiko besar mengalami kekambuhan pada 7,5 tahun kemudian.
Dari hasil penelitian ini, bukan berarti wanita yang hamil memiliki resiko yang tinggi terkena melanoma. Tetapi saat seorang wanita yang hamil mengalami melanoma, maka sel kanker tersebut terbilang lebih ganas dibandingkan saat menyerang wanita yang tidak hamil.

Hal ini belum jelas disebabkan karena apa. Namun para peneliti mengatakan kemungkinan besar disebabkan oleh perubahan hormon wanita saat hamil, misalnya tingginya hormon estrogen pada wanita yang hamil.

Bagi anda seorang wanita yang memiliki tahi lalat yang cenderung melebar, banyak terkena paparan matahari, atau mempunyai keturunan kanker kulit pada keluarga maka anda harus waspada. Lakukan pemeriksaan kepada dokter kulit untuk mendeteksi adanya melanoma sedini mungkin karena kemungkinan keberhasilan pengobatan menjadi tinggi. Dan jika anda sedang dalam kondisi hamil dan mengalami resiko melanoma tinggi, maka sangat disarankan untuk juga berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.

Artikel Terkait : Cara Mengenali Gejala Kanker Kulit


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *