Hpai.InspirasiBersama.com – Diabetes Mellitus merupakan istilah medis untuk penyakit yang biasanya banyak orang menyebut diabetes. Mereka yang mengalami diabetes, berarti terjadi sebuah ketidakmampuan menstabilkan gula darah yang diperankan oleh insulin. Jadi yang sangat berperan adalah hormon insulin.

Saat seseorang mengalami kadar gula dalam darahnya yang jumlahnya melebihi batas normal, maka akan memicu berbagai macam masalah kesehatan. Insulin juga akan bekerja dengan extra keras untuk menstabilkan gula darah. Jika hal ini tidak bisa diatasi dengan baik, maka akan memicu munculnya penyakit diabetes yang juga memicu komplikasi beberapa penyakit lainnya.

Berikut beberapa penyakit komplikasi yang disebabkan karena diabetes yang tergolong mematikan :

1. Pada liver

Menurut para pakar kesehatan mengatakan bahwa seseorang yang menderita diabetes akan sangat rentan untuk mengalami komplikasi penyakit liver. Bahkan dalam sebuah studi diketahui resiko komplikasi pada liver atau sirosis yang bisa sampai dua kali lipat.

Kondisi tubuh yang mengalami resistensi insulin akan memicu banyak tumpukan lemak pada hati atau liver. Hal ini sering kali terjadi pada mereka yang menderita diabetes tipe 2.

Penderita diabetes akan mengalami resistensi insulin yang membuat karbohidrat yang masuk dalam tubuh tidak mampu diproses menjadi sebuah energi. Akibatnya tumpukan karbohidrat akan dikonversi tubuh menjadi sebuah lemak.

Bagi penderita diabetes, tumpukan lemak yang banyak terdapat pada hati atau liver bisa terjadi pada mereka yang gemuk maupun kurus. Meskipun kondisi tubuh anda kurus, jika mengalami resistensi terhadap insulin maka hal ini akan sangat mungkin terjadi.

2. Pada jantung dan pembuluh darah

Komplikasi penyakit diabetes yang kedua adalah gangguan jantung dan pembuluh darah. Penderita diabetes diketahui memiliki resiko dua kali lipat terkena penyakit jantung dan stroke. Kondisi ini bisa terjadi pada usia muda.

Kita tahu bahwa jantung merupakan organ yang sangat vital bagi tubuh. Berdasarkan sebuah data menyebutkan bahwa serangan jantung yang terjadi pada penderita diabates lebih sering menyebabkan kematian.

Kondisi gangguan jantung dan stroke terjadi karena resistensi insulin yang berlangsung lama akan memicu penumpukan lemak dalam tubuh termasuk dalam pembuluh darah. Kondisi ini akan membuat aliran darah menjadi tidak lancar atau bahkan munculnya sebuah penyumbatan.

3. Pada ginjal

Komplikasi diabetes yang ketiga yang sering menyebabkan kematian adalah gangguan ginjal. Kondisi diabetes yang berlangsung lama ternyata akan memicu pecahnya pembuluh darah kecil termasuk pada organ ginjal. Saat pembuluh darah kecil pecah, maka ginjal tidak mampu untuk membersihkan darah yang keluar.

Kondisi ini akan membuat ginjal lebih banyak mempertahankan air dan garam dalam tubuh. Kondisi inilah yang membuat terjadinya odema atau pembengkakan cairan yang meningkatkan berat badan.

Selain itu penyakit diabetes juga menyebabkan gangguan fungsi saraf terutama untuk kontrol kandung kemih. Kondisi ini membuat kandung kemih mengalami kesulitan untuk mengosongkan urin. Yang terjadi adalah penuhnya kandung kemih yang bisa membuat ginjal kita terluka.

Saat ada banyak urin yang tertampung lama dalam kandung kemaih dan tidak bisa dibuang dengan maksimal, maka hal ini bisa memicu munculnya infeksi. Infeksi ini akan terjadi lebih cepat karena kandungan gula yang tinggi pada darah penderita diabetes.

Oleh karena itu untuk menghindari komplikasi diabetes yang berbahaya dan mematikan, maka sangat disarankan untuk rutin melakukan cek kadar gula. Hal ini untuk mengetahui jika ternyata kadar gula dalam darah kita tinggi.

Baca Juga : Beda Penderita Diabetes di Negara Maju dan Berkembang

Selain itu anda juga harus berusaha menurunkan berat badan yang menjadi pemicu munculnya diabetes. Lakukan pola makan yang lebih sehat agar berat badan bisa kembali normal. Hindari gaya hidup yang buruk seperti suka mengkonsumsi minuman beralkohol, merokok, gorengan, junk food dan stres.

Artikel Terkait : Khasiat Rambut Jagung Bisa Mencegah Diabetes

Sudah Mengatur Pola Makan Namun Tetap Menderita Diabetes

Apakah anda saat ini salah satu orang yang sudah mengatur pola makan yang sehat namun tetap juga menderita diabetes ? Jika benar maka anda bisa membaca tulisan ini sampai selesai. Anda akan tahu jawabnya nanti.

Sering kita mendengar orang yang sudah berusaha menerapkan pola makan yang sehat demi menghindarkan diabetes, namun ternyata tetap saja dia mengidap diabetes. Apa sebenarnya yang membuat seseorang menderita diabetes ?

Diabetes merupakan penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Hal itu terbukti dari sebuah data pada tahun 2015 yang menyatakan bahwa ada sekitar 10 juta orang Indonesia yang positif diabetes. Usia mereka bervariasi mulai dari 20 sampai 79 tahun. Dari total penderita tersebut, sampai pada tahun 2015 tercatat ada sekitar 185.000 orang yang telah meninggal karena diabetes.

Kita tahu bahwa bagi seseorang yang tinggal diperkotaan akan lebih jarang untuk banyak gerak atau beraktivitas fisik, mudah stres serta memiliki pola makan yang tidak sehat. Itu adalah beberapa faktor yang menyebabkan seseorang terkena diabetes.

Menurut data Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa kebanyakan orang Indonesia yang menderita diabetes tipe II. Kita tahu bahwa diabetes tipe ini sangat erat kaitannya dengan gaya hidup yang tidak sehat, jarang berolahraga, serta pola makan yang tidak sehat.

Pola makan

Bagi seseorang yang sudah menderita diabetes, terutama yang tipe II, maka menerapkan pola makan yang sehat menjadi suatu kewajiban pertama yang harus dilakukan.

Mengatur menu makanan yang sehat bagi setiap orang akan berbeda-beda. Kondisi ini sangat erat kaitannya dengan kondisi setiap orang yang berbeda-beda satu sama lainnya.

Jadi yang dikatakan menu sehat bagi setiap orang akan berbeda-beda tergantung kondisi tubuh masing-masing.Jika kita ingin mengetahui takaran menu makanan yang sehat bagi tubuh kita, maka sangat disarankan untuk rutin melakukan cek kesehatan. Dengan melakukan rutin cek kesehatan, maka diharapkan kita akan mengerti seberapa besar menu makanan sehat yang kita butuhkan.

Tahukah kita bahwa, kadar gula darah yang tinggi akan erat kaitannya dengan tekanan darah dan kolesterol dalam tubuh kita. Artinya apabila ternyata kadar gula darah dan tekanan darah kita tinggi, maka besar kemungkinan kadar kolesterol kita juga akan tinggi.

Jika ternyata setelah dilakukan cek kesehatan didapatkan hasil pemeriksaan seperti itu, maka kita bisa menyesuaikan menu makanan yang sehat yang harus kita konsumsi agar kadar gula darah, tekanan darah dan kolesterol kita menjadi stabil.

Olahraga

Tahukah kita, menurut salah seorang dokter ahli diabetes mengatakan bahwa orang yang menderita diabetes dan menerapkan pola makan yang sehat hanya mampu menurunkan kadar gula darah sampai 15 persen saja. Jika diimbangi dengan rutin melakukan olahraga, maka resiko akan turun lagi menjadi 15 persen.

Jadi kalau kita menginginkan kadar gula darah kita bisa turun sampai 30 persen, maka kita harus menggabungkan pola makan sehat dengan rutin melakukan olahraga setiap harinya.

Untuk jenis olahraga yang sangat disarankan bagi penderita diabetes yang tipe II, maka olahraga angkat beban sangat cocok untuk dilakukan. Hal ini akan membuat kondisi kadar gula darah menjadi lebih stabil.

Apalagi jika kita mampu melakukan olahraga angkat beban  yang dikombinasikan dengan aerobik, maka kadar gula darah akan bisa turun sampai 34 persen. Jika kita hanya melakukan olahraga aerobik saja, maka penurunan hanya berkisar 24 persen saja.

Bagi penderita diabetes sangat disarankan untuk rutin melakukan olahraga setiap hari selama 30 menit. Jika anda tidak bisa, minimal seminggu tiga kali berolahraga. Sebaiknya anda melakukan olahraga saat setelah makan. Hal ini dikarenakan saat setelah makan gula darah akan cenderung untuk tinggi.

Pentingnya Memakai Alas Kaki Bagi Penderita Diabetes

Sering kita melihat orang yang menderita penyakit diabetes disertai dengan luka pada bagian kaki yang sulit untuk disembuhkan. Hal ini dikarenakan faktor gula darah yang tak terkontrol serta adanya infeksi pada luka. Mengantisipasi hal ini, maka penderita diabetes sangat penting untuk selalu memakai alas kaki.

Seorang yang mempunyai penyakit diabetes, apabila terjadi luka walaupun sedikit sekali pada bagian kaki atau bagian tubuh yang lain akan susah untuk disembuhkan. Bahkan tak jarang luka tersebut malah lebih besar dan menimbulkan bau yang tidak sedap bahkan khas. Oleh karena itu para ahli diabetes menyarankan untuk selalu memakai alas kaki kemanapun mereka pergi untuk menghindari luka pada kaki.

Salah satu komplikasi pada pasien penderita diabetes adalah adanya gangguan pada persyarafan pada bagian anggota gerak seperti kaki. Oleh karena itu penderita diabetes sering tidak merasakan adanya luka yang terjadi pada bagian kaki. Hal ini akan sangat berbahaya karena luka akan potensial untuk menjadi infeksi.

Apabila terpaksa penderita diabetes mengalami luka pada bagian kaki, maka pertolongan pertama adalah bersihkan luka dengan air bersih yang mengalir, hentikan perdarahan dengan menggunakan kassa (usahakan steril), kemudian tutup luka dengan menggunakan verban. Kalau dalam waktu dua hari luka tidak mengalami tanda-tanda penyembuhan, maka sangat disarankan untuk memeriksakannya  ke dokter.

Memang berjalan atau beraktivitas fisik tanpa menggunakan alas kaki bagi orang normal akan lebih menyehatkan karena bisa memperlancar peredaran darah. Apalagi kalau kita berjalan diatas kerikil kecil-kecil, maka akan terasa nyaman bagi tubuh kita. Namun bagi penderita diabetes harus lebih berhati-hati. Luka pada kaki lebih dijaga dari pada sekedar melakukan terapi jalan tanpa alas kaki. Hal ini dikarenakan apabila sampai terjadi luka, maka proses penyembuhannya akan sangat lama bahkan banyak yang sampai infeksi. Itulah pentingnya memakai alas kaki bagi penderita diabetes.

Baca juga : cara menurunkan gula darah dengan obat herbal hpa internasional pak haji ismail