Hpai.insprasibersama.com – Banyak orang yang pada saat mengalami capek atau otot terasa tegang maka mereka menggerakkan punggung sampai berbunyi “krek” dan itu rasanya memang enak. Tetapi hal itu harus kita waspadai, apalagi jika melakukannya pada area leher. Bahkan para ahli sangat menyarankan untuk tidak melakukannya pada area leher.

Mengapa para pakar melarang keras untuk menggeretakkan pada area leher ? karena pada leher terdapat saraf yang sangat penting terhadap organ vital manusia. Ada banyak susunan anatomi yang bersifat kompleks dan sempit.
Misalnya pada bagian depan dari leher terdapat kelenjar tiroid yang berfungsi mengatur metabolisme tubuh.

Jika ada gangguan pada kelenjar ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh kita. Selain kelenjar tiroid, ada juga esofagus atau trakea yang menjadi saluran pernapasan yang sangat vital sekali.

Pada bagian belakang leher terdapat saluran pembuluh darah yang mengarah ke otak kita. Jika mengalami penyempitan atau hambatan pada pembuluh darah ini maka bisa menyebbakan seseorang mengalami hipoksia atau kekurangan supai darah atau oksigen ke otak yang bisa menyebabkan kematian.

Banyak para ahli mengatakan leher sebagai suatu jembatan kehidupan yang menghubungkan antara kepala atau otak dengan organ tubuh yang lainnya yang berada di bawah.

Mengingat banyaknya hal penting yang terdapat pada leher, para ahli sangat melarang untuk melakukan manipulasi atau menggeretakkan pada area leher karena bisa menyebabkan kesalahan yang fatal.

Bunyi “krek”
Saat kita melakukan manipulasi dengan menggeretakkan leher sampai berbunyi “krek” artinya ada pergerakan yang berlebihan sampai menimbulkan suara.
Memang bunyi “krek” bukan menjadi tanda adanya patah tulang atau dislokasi pada tulang leher.

Namun jika kita sering melakukan pergerakan ini, maka akan membuat tulang leher menjadi tidak stabil dan menimbulkan keluhan nyeri yang kronik.

Apabila anda mengalami nyeri pada leher, maka para ahli menyarankan untuk memeriksakannya kepada profesional seperti dokter spesialis saraf, spesialis bedah saraf, spesialis orthopedi dan spesialis rehabilitas medik.

Dengan melakukan pemeriksaan ke rumah sakit yang melayani pemeriksaan dokter spesialis, maka kita akan mendapatkan penanganan yang tepat.

Artikel Terkait : tips membedakan migrain dan sakit kepala biasa dengan mengenali tanda tandanya


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *