sumber gambar : http://batukkering.com/

Hpai.InspirasiBersama.com – Banyak orang yang menyepelekan saat sakit batuk. Bahkan meskipun batuk berlangsung cukup lama mereka tenang saja. Padahal batuk yang tak kunjung sembuh bisa menjadi sebuah Penyakit Paru Obstruktif Krinik (PPOK) yang bisa membuat aliran udara menjadi terhambat saat bernapas.

Hal ini juga dibenarkan oleh salah seorang dokter spesialis paru yang bernama dr. Jamal Zaini, SpP(K) yang mengatakan bahwa batuk yang tak kunjung sembuh sampai tiga minggu bisa menjadi gejala PPOK.

Baca juga : Obat Batuk Herbal HPA internasional pak haji Ismail

Bukan hanya itu saja, gejala PPOK juga bisa berupa batuk yang disertai dengan lendir atau kering yang berlangsung selama beberapa minggu. Kondisi ini kerap disertai dengan rasa sesak yang bersifat kronik. Kondisi ini kerap terlihat saat berusaha melakukan aktivitas yang agak berat misalnya berjalan jauh, maka akan terasa sesak napas.

Namun faktor resiko terbesar seseorang yang mengalami PPOK adalah mereka yang merokok. Meskipun berbahaya banyak orang yang mengabaikan tentang gejala ini dan baru melakukan pemeriksaan saat terjadi kerusakan yang lebih berat.

Saat seseorang suka merokok, maka membuat banyak zat karsinogenik yang terdapat pada kandungan tar akan masuk pada saluran pernapasan dan paru-paru. Kondisi ini secara perlahan akan merusak struktur jaringan dalam paru dan tidak bisa disembuhkan seperti semula. Kondisi ini akan menyebabkan paru-paru menjadi rusak.

Untuk mencegah kerusakan paru yang lebih parah, maka pasien harus menghentikan kebiasaan merokok dan menghindari paparan polusi udara. Apabila pasien tetap nekad merokok, maka pasien akan beresiko besar mengalami kanker paru.

Baca juga : Solusi berhenti merokok dengan kopi Radix HPA Pak haji Ismail

Jadi untuk mencegah resiko Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) maka mulai sekarang berhenti merokok ya. Merokok tidak memberikan dampak yang positif bagi kesehatan. Ada resiko besar bagi kesehatan paru, kanker dan impotensi yang sangat mungkin terjadi.

Artikel Terkait : Merokok Bisa Membuat DNA Kita Rusak Permanen

Beberapa Gejala Kanker Paru Yang Perlu diwaspadai

Dalam kenyataannya banyak orang yang tak sadar kalau mengalami gejala kanker paru. Hal ini menyebabkan banyak diantara mereka datang terlambat untuk memeriksakan diri ke dokter. Kanker paru baru terdeteksi oleh dokter pada stadium yang sudah lanjut.

Hal ini juga dibenarkan oleh pakar kesehatan paru yang menyatakan bahwa hampir 80 persen penderita kanker paru baru terdeteksi saat sudah mencapai stadium tiga dan empat.

Secara spesifik, kanker paru memang tidak memunculkan gejala yang khas. Hal inilah yang membuat banyak orang mengabaikan saat mengalami beberapa gejala kanker paru.

Secara umum, gejala kanker paru hampir sama dengan penyakit TB yaitu berupa batuk lama, disertai dengan dahak, suara menjadi serak, mudah sekali lelah, berat badan menurun yang tidak jelas penyebabnya dan munculnya mengi.

Dengan beberapa gejala tersebut membuat penderita kanker paru sering kali mengalami hipoksia atau kekurangan oksigen sehingga memunculkan gejala jari menjadi bengkak yang bisanya bisa dilihat pada bagian kuku.

Banyak para pakar kesehatan yang mengatakan bahwa gejala dari kanker paru sangat mirip dengan penyakit TB (tuberkulosis). Untuk memastikannya maka memerlukan sebuah pemeriksaan lebih mendalam.

Selain itu gejala dari kanker paru juga sangat dipengaruhi oleh letak tumor atau jenis kanker itu sendiri. Misalnya saja ternyata tumor pada paru terletak pada bagian pinggir peru yang terdapat banyak pembuluh darah dan saluran pernapasan sehingga gejala yang akan muncul adalah sesak napas.

Namun jika ternyata tumor yang muncul pada paru masih sangat kecil, maka gejala yang dimunculkan juga kecil. Kalau tumor yang terjadi sudah besar, maka bisa menyebabkan gejala nyeri dada.

Ada kalanya kanker paru yang menyerang bagian saraf. Oleh karena itu penderita akan mengalami gejala gangguan pada saraf mata, tangan dan kaki. Jika ternyata tumor mengenai pembuluh darah baik yang terdapat di jantung, maka gejalanya bisa menyebabkan tangan menjadi bengkak.

Jadi kesimpulannya adalah gejala dari kanker paru beragam tergantung letak dari tumor itu sendiri. Yang perlu kita waspadai adalah faktor resiko kanker paru. Ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan kanker paru seperti kebiasaan merokok, genetik dan sering terpapar salah satu unsur logam yaitu radon.

Organ paru merupakan organ vital yang sangat berperan dalam pernapasan. Jika paru mengalami masalah, maka proses bernapas akan terganggu. Begitu juga saat paru mengalami penyakit seperti kanker paru.

Ada sebagian orang yang masih belum tahu tentang fakta kanker paru. Salah satunya adalah menurut salah seorang pakar kesehatan paru mengatakan bahwa kanker paru merupakan jenis kanker yang awal mulanya menyerang organ paru dan bukan organ yang lain yang kemudian menyebar ke bagian paru.

gejala-kanker-paru

sumber gambar : okezone.com

Langsung saja berikut beberapa fakta tentang kanker paru yang masih banyak orang belum tahu :

1. Kanker paling mematikan

Fakta pertama adalah kanker paru merupakan jenis kanker yang paling tinggi angka kematiannya dibandingkan dengan kanker yang lain. Bukan berarti kanker paru tergolong jenis kanker yang paling banyak diderita.

Bahkan para pakar mengatakan dalam sebuah hasil survei menyatakan bahwa dari sekitar 100 orang yang menderita kanker paru. Maka setelah lima tahun kemudian hanya ditemukan hanya dua orang yang mampu bertahan hidup.

Yang paling banyak menderita kanker paru adalah kaum laki-laki yang disebabkan karena perokok kebanyakan laki-laki dibandingkan dengan wanita.

2. Mayoritas pasien kanker paru adalah perokok

Tahukah kita bahwa berdasarkan sebuah data menyebutkan kalau sekitar 80 persen penderita kanker paru adalah mereka yang perokok. Jadi merokok merupakan faktor resiko utama seseorang mengalami kanker paru.

Hal ini disebabkan karena dalam rokok terdapat banyak zat karsinogenik yang kemudian masuk dalam saluran paru dan memicu perkembangan sel kanker. Para ahli mengatakan orang yang merokok 21 kali lipat lebih rentan terkena kanker paru dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

3. Ditemukan saat stadium lanjut

Yang membuat kita takut adalah kebanyakan dari mereka yang menderita kanker paru baru terdeteksi saat sudah masuk stadium 3 dan 4. Dengan begitu angka kesembuhan atau harapan hidup mereka bisa dibilang cukup kecil. Hal ini disebabkan karena banyak orang yang mengabaikan gejala dari kanker paru.

4. Gejala mirip penyakit TB

Fakta ke empat dari penyakit kanker paru adalah gejalanya mirip dengan penyakit TB. Mereka yang menderita kanker paru akan mengalami gejala seperti batuk, sesak, berat badan menjadi turun dan mudah lelah. Gejala ini sama dengan penyakit TB

Dengan gejala yang hampir sama, maka membuat banyak orang menyepelekan saat mengalami gejala tersebut. Oleh karena itu jika mengalami gejala tersebut sangat disarankan untuk periksa ke dokter.

5. Kasus kanker paru di Indonesia terus meningkat

Tahukah kita bahwa, fakta terakhir dari kanker paru adalah jumlah penderitanya terus meningkat di Indonesia. Sampai saat ini angka penderita kanker paru di Indonesia bisa mencapai 1000 kasus per tahunnya.

Tingginya angka penderita kanker paru di Indonesia tidak lepas dari jumlah perokok yang terus meningkat. Banyak kalangan pria yang melakukan kebiasaan ini, bahkan masih usia remaja.

Baca juga : obat tumor dan kanker herbal bernama shark cartilage hpa