Hpai.inspirasieBersama.com – Mengalami penyakit diabetes memang sangat tidak mengenakkan. Ada banyak sekali komplikasi yang akan beresiko dialami diantaranya gangguan jantung, penglihatan, ginjal dan stroke. Belum lagi munculnya gangguan pada fungsi seksual. Yang harus diwaspadai adalah serangan jantung yang terjadi pada penderita diabetes bisa tidak disertai dengan adanya nyeri dada.

Serangan jantung tanpa nyeri dada

sumber gambar : http://hariansehat.com/

Mengapa hal ini bisa terjadi ? Menurut para ahli mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya gangguan sistem saraf yaitu saraf neuropati. Artinya seseorang yang mengidap diabetes akan sangat rentan untuk mengalami gangguan pada sistem saraf neuropati yang menyebabkan penderita kehilangan respon nyeri. Ini artinya adalah mereka tidak akan lagi merasakan rasa nyeri.

Dalam dunia kedokteran nyeri dada disebut dengan istilah chest pain. Biasanya serangan jantung akan ditandai dengan munculnya chest pain ini. Nah jika seorang penderita diabetes sudah terganggu pada saraf neuropatinya, maka jika terjadi serangan jantung mereka tidak akan merasakan nyeri dada lagi tetapi langsung pada kondisi serangan yang lebih berat.

Baca Juga : Cara Mengenali Gejala Ringan Dari Penyakit Jantung

Jika hal ini benar-benar terjadi maka akan sangat berbahaya sekali. Bisa saja pasien diabetes yang mendapatkan serangan jantung bisa meninggal mendadak di tempat. Meskipun demikian kebanyakan dari mereka yang menderita diabetes hanya mengalami gangguan saraf neuropati pada bagian kaki saja. Artinya rangsangan nyeri pada kaki akan hilang seperti tidak terasa lagi saat kaki terkena paku atau terjadi luka.

Menyikapi hal yang demikian, maka kita harus berusaha mencegah terjadinya penyakit diabetes. Terlebih bagi anda yang mempunyai badan yang terbilang gemuk atau obesitas. Anda akan beresiko lebih besar mengalami diabetes yang resisten terhadap insulin yang membuat resiko gangguan pada saraf neuropati lebih besar dibandingkan dengan penderita diabetes yang tidak resisten terhadap insulin.

Yang membuat kita khawatir adalah berdasarkan sebuah hasil data yang dilakukan selama sepuluh tahun menyebutkan bahwa kebanyakan dari para penderita diabetes tidak sadar kalau dirinya mengalami gangguan jantung. Hal ini bisa disebabkan karena kurang pengetahuan tentang komplikasi diabetes.

Bahkan menurut para ahli mengatakan bahwa munculnya chest pain pada orang yang mengalami serangan jantung amatlah penting. Kalau diistilahkan adalah merupakan rambu-rambu berwarna kuning yang artinya kita harus berhati-hati atau waspada. Jika kita tidak waspada maka bisa saja menjadi sebuah serangan jantung yang dahsyat yang bisa menyebabkan kematian secara mendadak.

Solusi yang paling baik untuk mencegah hal ini adalah menurunkan faktor resikonya. Yang harus kita rubah mulai sekarang adalah pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat agar tidak menyebabkan penyakit diabetes. Kita tahu bahwa penyakit diabetes sangat erat kaitannya dengan pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Semoga kita semua dihindarkan oleh Allah dari penyakit ini, amin.

Penderita Diabetes Sangat disarankan Untuk Melakukan Pemeriksaan Mata Secara Rutin

 

Mungkin kita sudah mendengar kalau penyakit diabetes bisa menyebabkan komplikasi pada mata. Gangguan pada mata merupakan salah satu dari sekian banyak komplikasi yang disebabkan karena peningkatan kadar gula darah. Hal ini disebabkan karena meningkatnya kadar gula darah bisa menyebabkan masalah pada pembuluh darah baik besar maupun kecil.

Oleh karena itu bagi mereka yang mengidap penyakit diabetes sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap mata. Hal ini penting untuk menghindari munculnya retinopati atau gangguan pada retina yang bisa menyebabkan kebutaan.

Mengapa hal ini bisa terjadi ? Kondisi ini disebabkan karena jika ternyata seseorang mengalami peningkatan kadar gula darah dalam kurun waktu yang lama, maka akan menyebabkan gangguan pada pembuluh darah. Salah satu pembuluh darah yang rentang bermasalah adalah pembuluh darah pada retina sehingga menjadi bocor dan tersumbat. Kondisi ini menyebabkan mata kekurangan oksigen.

Baca Juga : Khasiat Rambut Jagung Bisa Mencegah Diubetes

Kondisi retinopati pada pasien diabetes menjadi hal yang berbahaya karena bisa menyebabkan penderitanya buta. Yang membuat kita khawatir adalah kebanyakan para penderita diabetes tidak menyadari gejala ini, tau-tau kondisi komplikasi pada mata sudah stadium lanjut.

Pada awalnya munculnya komplikasi pada mata bisa ditandai dengan munculnya suatu edema pada daerah makula. Pada kondisi ini pasien akan merasakan ada gangguan dalam penglihatan yang ditandai dengan penurunan ketajaman, menjadi buram, dan muncul suatu bercak gelap saat melihat. Apabila kondisi ini dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, maka bisa menyebabkan kebutaan.

Kondisi komplikasi diabetes yang sampai menyebabkan kebutaan tidak bisa disembuhkan. Oleh karena itu sangat disarankan untuk melakukan pencegahan dengan cara rutin melakukan pemeriksaan mata.

Menurut para pakar kesehatan, bagi anda yang saat ini sudah menderita diabetes, maka sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin. Jangan tunggu sampai muncul suatu gejala. Kondisi ini berlaku bagi anda yang terdiagnosa diabetes tipa 2.

Bagi anda yang ternyata terdiagnosa diabetes tipe 1, maka pemeriksaan mata bisa dilakukan setelah kurun waktu 3-5 tahun sejak diagnosa muncul. Setelah itu anda bisa hanya melakukan pemeriksaan mata setahun sekali.

Selain rutin memeriksa kesehatan mata, bagi penderita diabetes juga disarankan untuk rutin melakukan cek kadar gula. Hal ini untuk mengetahui kondisi kadar gula anda sehingga dapat menentukan pola makan yang tepat.

Artikel Terkait : Merokok Dapat Memperburuk Kondisi Diabetes

Tentang Gula Darah Yang Ideal Sulit Bagi Seorang Penderita Diabetes

Penyakit yang banyak diderita orang Indonesia ini ternyata tergolong jenis penyakit yang cukup susah distabilkan. Penderita diabetes sangat berpatokan pada gula darah, kalau tidak stabil sangat rentan untuk mengalami komplikasi. Namun kenyataanya penderita diabetes sulit untuk menjaga gula darah mereka tetap stabil

Kondisi ini dibuktikan dalam sebuah hasil studi yang dilakukan pada tahun 2012 yang melibatkan 1967 orang yang menderita diabetes. Hasilnya adalah hanya sekitar 32 persen saja yang diketahui mampu menjaga kadar gula darah mereka tetap stabil.

Kondisi ini bukan hanya terjadi di negara kita saja, namun hampir terjadi di semua negara. Kondisi ini juga sama terjadi di negara tetangga kita yaitu Singapura dan Malaysia.

Namun yang membedakan antara negara maju dan berkembang dalam penanganan diabetes adalah di negara berkembang seperti Indonesia hampir kebanyakan penderita diabetes belum terdeteksi secara kesehatan. Sehingga menyebabkan angka komplikasi juga tinggi. Berbeda dengan negara maju yang kebanyakan penderita diabetes sudah terdiagnosa secara medis, sehingga angka komplikasi kecil.

Untuk mengetahui atau mengukur kadar gula darah seseorang selama 2 sampai 3 bulan memerlukan sebuah pemeriksaan yang bernama HbA1C. Dengan begitu akan diketahui berapa nilai rata-rata kadar gula darah seseorang selama 2 sampai 3 bulan terakhir.

Kita harapkan kadar HbA1C kurang dari 7 persen. Namun jika nilainya tinggi, maka akan beresiko memicu berbagai macam penyakit seperti jantung, stroke, gangguan ginjal dan penglihatan.

Baca Juga : Kadar Gula Darah Yang Tinggi Bisa Merusak Organ Seksual

Menurut para pakar kesehatan, dengan mengetahui nilai HbA1C seseorang maka seorang dokter bisa mengetahui kalau diabetes orang tersebut termasuk terkontrol atau tidak.

Bagi orang yang sudah terdiagnosa diabetes, memang sangat disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan gula darah. Sebaiknya anda mempunyai sendiri alat cek gula darah. Dengan begitu anda bisa mencegah terjadi kadar gula yang tinggi maupun rendah.

Yang perlu diperhatikan juga adalah mengatur menu makanan. Orang yang menderita diabetes tidak boleh sembarangan makan seperti orang normal. Jika tak mampu dikendalikan, maka akan memicu peningkatan kadar gula darah yang memicu banyak komplikasi penyakit.

Artikel Terkait : Tanda Kalau Gula Darah Kita Tinggi


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *